Gara-Gara Tren Diet Viral, Banyak Anak Muda Masuk Rumah Sakit
Media sosial memang sering menghadirkan berbagai tren diet yang menjanjikan hasil instan. Mulai dari klaim "turun 7 kg dalam 7 hari" hingga metode diet ekstrem yang dianggap ampuh menurunkan berat badan dengan cepat.
Sayangnya, tidak semua tren diet yang viral aman untuk dilakukan. Alih-alih mendapatkan tubuh ideal, banyak orang justru mengalami gangguan kesehatan serius hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Korbannya pun didominasi oleh anak muda berusia 18–25 tahun.
Kenapa Tren Diet Viral Bisa Berbahaya?
Sebagian besar tren diet viral lebih berfokus pada hasil yang cepat daripada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Padahal, tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang untuk dapat berfungsi dengan optimal.
Berikut beberapa tren diet yang perlu diwaspadai.
- Diet Ekstrem Tanpa Nasi dan Tanpa Gula
Menghilangkan seluruh asupan karbohidrat secara ekstrem dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas, kadar gula darah menurun, hingga mengalami dehidrasi. Padahal, otak membutuhkan karbohidrat sebagai salah satu sumber energi utama untuk berpikir dan beraktivitas. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, seseorang dapat mengalami pusing, sulit berkonsentrasi, dan penurunan performa dalam bekerja maupun belajar.
- Pil dan Teh Pelangsing "Detox"
Beberapa produk pelangsing mengandung zat pencahar yang bekerja dengan mengeluarkan lebih banyak cairan dari tubuh. Penurunan berat badan yang terjadi pun sering kali hanya berasal dari berkurangnya cairan tubuh, bukan lemak. Jika digunakan secara berlebihan, kondisi ini dapat menyebabkan diare berat, gangguan keseimbangan elektrolit, gangguan ginjal, hingga masalah pada jantung.
- OMAD dan Puasa 23 Jam Tanpa Perencanaan Gizi yang Tepat
Metode One Meal a Day (OMAD) atau makan sekali sehari memang banyak diperbincangkan. Namun, apabila kebutuhan nutrisi harian tidak terpenuhi dengan baik, pola makan ini dapat meningkatkan risiko anemia, rambut rontok, gangguan siklus menstruasi, hingga gangguan makan. Karena itu, pola makan yang ketat sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing individu.
- Tubuh Bukan Tempat Eksperimen
Tren yang viral selama beberapa detik di media sosial bisa saja memberikan dampak kesehatan yang berlangsung jauh lebih lama. Saat ini, rumah sakit semakin sering menangani kasus gangguan kesehatan akibat diet yang tidak tepat, mulai dari maag akut, gangguan elektrolit, hingga gangguan pada jantung.
Sebelum mengikuti tren yang sedang populer, penting untuk memastikan bahwa metode tersebut memang aman dan sesuai dengan kondisi tubuhmu.
Lalu, Diet yang Aman Seperti Apa?
Prinsip diet sehat sebenarnya cukup sederhana, yaitu:
Cukup, tetap makan secara teratur dengan porsi seimbang yang mengandung protein, serat, dan karbohidrat.
Konsisten, perubahan kecil yang dilakukan secara rutin lebih baik dibandingkan hasil cepat yang menyiksa tubuh.
Cek terlebih dahulu, jika ingin menjalani pola diet yang lebih ketat, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.
Intinya
Sehat bukan hanya tentang angka di timbangan. Sehat adalah ketika tubuh tetap mampu beraktivitas dengan baik, tidur dengan nyaman, dan menikmati hidup tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Jangan sampai menukar kesehatan demi mengikuti tren yang viral. Karena tubuhmu hanya ada satu.
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/