Menjaga Kesehatan
Dijuluki Silent Killer, Ini Alasan Hepatitis Sulit Dideteksi Dini
27 Jul 2026
Dijuluki Silent Killer, Ini Alasan Hepatitis Sulit Dideteksi Dini
27 Jul 2026

Dijuluki Silent Killer, Ini Alasan Hepatitis Sulit Dideteksi Dini


Pernah mendengar istilah "Silent Killer"? Julukan ini sering disematkan pada hepatitis karena penyakit ini dapat berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas dalam waktu yang lama.

Hepatitis bisa berada di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa memberikan sinyal yang berarti. Tidak selalu disertai demam tinggi atau nyeri perut yang hebat. Gejalanya pun sering kali ringan, seperti tubuh terasa lemas, mual, atau kulit mulai menguning ketika kondisinya sudah semakin parah.

Inilah yang membuat hepatitis sulit dideteksi sejak dini.

Kenapa Hepatitis Sulit Dideteksi Sejak Awal?

  1. Gejalanya Mirip Keluhan Sehari-hari
    Rasa lelah, hilang nafsu makan, dan mual merupakan keluhan yang sering dianggap sepele. Banyak orang mengira gejala tersebut hanya disebabkan oleh kurang tidur atau kelelahan biasa. Padahal, gejala ringan tersebut juga bisa menjadi tanda adanya peradangan pada hati yang perlu diwaspadai.

  2. Kerusakan Hati Terjadi Secara Perlahan
    Hati merupakan organ yang mampu terus bekerja meskipun mengalami kerusakan secara bertahap. Karena itu, banyak penderita hepatitis tidak merasakan nyeri ataupun keluhan yang berarti pada tahap awal. Ketika gejala yang lebih berat mulai muncul, seperti kulit dan mata menguning atau perut membesar akibat penumpukan cairan, kerusakan hati umumnya sudah berlangsung cukup lama.

  3. Jarang Melakukan Pemeriksaan Laboratorium
    Berbeda dengan pemeriksaan gula darah atau kolesterol yang sudah cukup umum dilakukan setiap tahun, tes fungsi hati dan skrining hepatitis masih sering terlewatkan. Padahal, melalui pemeriksaan darah sederhana, kondisi kesehatan hati dapat diketahui lebih dini sehingga penanganan yang tepat bisa segera diberikan.

Apa yang Harus Dilakukan?

Kunci utamanya adalah tidak menunggu hingga gejala muncul. Pemeriksaan kesehatan hati secara berkala sangat penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko, seperti:

  1. Pernah melakukan tato atau tindik.
  2. Pernah menjalani transfusi darah.
  3. Sering berbagi alat cukur atau barang pribadi yang berpotensi terkontaminasi darah.
  4. Memiliki faktor risiko lain yang berkaitan dengan penularan hepatitis.

Melakukan pemeriksaan fungsi hati serta skrining hepatitis A, B, dan C merupakan investasi untuk menjaga kesehatan hati dalam jangka panjang.

Ingat, julukan "Silent Killer" bukan berarti hepatitis tidak bisa dilawan. Penyakit ini hanya sering datang tanpa disadari ketika kita lengah.

Sudahkah kamu melakukan pemeriksaan kesehatan hati tahun ini?


Sumber: https://www.cnnindonesia.com/