Menjaga Kesehatan
Dampak Kesehatan Buruk Akibat Polusi Udara
08 Sep 2023
Dampak Kesehatan Buruk Akibat Polusi Udara
08 Sep 2023

Polusi udara merupakan masalah serius yang dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia. Partikel-partikel polutan dalam udara, dapat masuk ke dalam saluran pernapasan manusia dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan pernapasan, penyakit jantung, dan bahkan kematian.

Penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah yang berguna dalam melindungi diri dari polusi udara, terutama jika tingkat polusi udara sangat tinggi atau jika seseorang memiliki kondisi kesehatan yang membuatnya rentan terhadap dampak polusi udara. Berikut beberapa dampak dari polusi udara:


  1. Dampak Utama Polusi Udara
    Rata-rata manusia menghirup udara sebanyak 22 ribu kali sehari, dan dampak buruk dari polusi udara, terutama terasa pada saluran napas. Ini dapat mengambil berbagai bentuk yang serius. Selain itu, polusi udara juga dapat menjadi pencetus atau pemicu serangan asma. Partikulat matter (PM) berukuran 2,5 mikron atau lebih kecil, yang terkandung dalam polusi udara, dapat dengan mudah masuk ke dalam saluran pernapasan kita.

    Ketika PM2,5 bersentuhan dengan selaput lendir di paru-paru, mereka dapat memicu reaksi inflamasi dan merangsang gejala asma pada individu yang rentan. Ini termasuk sesak napas, batuk, dan pengencangan dada yang dapat membuat penderitanya sangat tidak nyaman dan bahkan memerlukan perawatan medis segera.

  2. Dampak Polusi Udara yang Dihirup Manusia
    Polusi udara adalah ancaman serius terhadap kesehatan manusia yang dapat menyebabkan beragam dampak, mulai dari ringan hingga berat. Bahkan dalam kasus yang paling ekstrim, paparan berkepanjangan dan tingkat polusi udara yang tinggi dapat mengakibatkan kematian lebih prematur. Ini terutama berlaku jika seseorang terus-menerus terpapar polusi udara dalam jumlah signifikan selama periode waktu yang lama.

    Salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan adalah terkait dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), kondisi yang secara bertahap membatasi aliran udara ke dan dari paru-paru. Polusi udara dapat memperburuk penyakit saluran napas yang sudah ada atau bahkan memicu perkembangan PPOK itu sendiri.

    Ketika seseorang secara terus-menerus terpapar polusi udara, partikel-partikel berbahaya seperti PM2,5 dan polutan gas seperti NO2 dapat merusak paru-paru, memicu peradangan kronis, dan mempercepat penurunan fungsi paru-paru. Akibatnya, penderitanya mengalami gangguan pernapasan yang semakin serius dan berpotensi menghadapi eksaserbasi yang memerlukan perawatan medis darurat.

  3. Kualitas Udara Pengaruhi Kesehatan Masyarakat
    Ketika berbicara tentang polusi udara, mitigasi adalah kunci untuk mengatasi masalah ini. Salah satu langkah utama dalam upaya mitigasi adalah mengidentifikasi dan mengatasi penyebab utama polusi udara. Ini adalah langkah krusial untuk memahami sumber-sumber polusi dan mengambil tindakan yang tepat untuk menguranginya. Dengan demikian, kita dapat berupaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di kota-kota kita.


Sumber: liputan6