1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa yang sangat krusial bagi tumbuh kembang anak. Jika pada masa tersebut anak mengalami kekurangan gizi, dampaknya bisa terbawa hingga dewasa. Kondisi inilah yang dikenal dengan stunting.
Stunting bukan hanya soal badan yang lebih pendek dari anak seusianya. Dampaknya juga bisa memengaruhi perkembangan otak dan kemampuan belajar anak.
Banyak orang tua baru menyadarinya ketika anak mulai memasuki usia sekolah. Anak terlihat sulit fokus, lambat memahami pelajaran, atau mudah kehilangan konsentrasi. Padahal, akar permasalahannya bisa berasal dari kurangnya "bahan bakar" yang dibutuhkan otak sejak masa bayi.
Kenapa Stunting Bisa Mengganggu Otak dan Kemampuan Belajar?
Berita Baiknya: Stunting Bisa Dicegah
Stunting dapat dicegah dengan memastikan kebutuhan gizi terpenuhi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Jangan menunggu sampai nanti. Karena tumbuh kembang otak anak tidak bisa diulang.
Yuk, pastikan si kecil mendapatkan asupan gizi terbaik sejak di dalam kandungan. Dengan begitu, tubuhnya dapat tumbuh sehat, otaknya berkembang optimal, dan masa depannya pun menjadi lebih cerah.
Apakah kamu sudah rutin membawa si kecil ke Posyandu?
Sumber : https://www.CNNIndonesia,com