Menjadi Orang Tua
Anak Stunting Berisiko Alami Gangguan Otak dan Sulit Belajar ?
24 Jul 2026
Anak Stunting Berisiko Alami Gangguan Otak dan Sulit Belajar ?
24 Jul 2026

Anak Stunting Berisiko Alami Gangguan Otak dan Sulit Belajar


1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa yang sangat krusial bagi tumbuh kembang anak. Jika pada masa tersebut anak mengalami kekurangan gizi, dampaknya bisa terbawa hingga dewasa. Kondisi inilah yang dikenal dengan stunting.

Stunting bukan hanya soal badan yang lebih pendek dari anak seusianya. Dampaknya juga bisa memengaruhi perkembangan otak dan kemampuan belajar anak.

Banyak orang tua baru menyadarinya ketika anak mulai memasuki usia sekolah. Anak terlihat sulit fokus, lambat memahami pelajaran, atau mudah kehilangan konsentrasi. Padahal, akar permasalahannya bisa berasal dari kurangnya "bahan bakar" yang dibutuhkan otak sejak masa bayi.

Kenapa Stunting Bisa Mengganggu Otak dan Kemampuan Belajar?

  1. Perkembangan Otak Terhambat
    Sekitar 80% pertumbuhan otak terjadi dalam dua tahun pertama kehidupan. Ketika asupan nutrisi, terutama protein, zat besi, dan zinc tidak terpenuhi dengan baik, koneksi antar sel otak tidak dapat berkembang secara optimal. Akibatnya, kemampuan berpikir, mengingat, dan belajar anak dapat ikut terpengaruh.

  2. Gampang Capek dan Sulit Berkonsentrasi
    Anak yang mengalami stunting cenderung lebih mudah lemas dan rentan sakit. Saat berada di kelas, mereka bisa lebih sulit untuk duduk tenang, mudah melamun, serta memiliki daya konsentrasi dan daya ingat yang lebih rendah dibandingkan anak dengan status gizi yang baik.

  3. Prestasi dan Masa Depan Ikut Terdampak
    Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak dengan stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterlambatan dalam proses belajar di sekolah. Dalam jangka panjang, hal ini juga dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidupnya saat dewasa nanti.

Berita Baiknya: Stunting Bisa Dicegah

Stunting dapat dicegah dengan memastikan kebutuhan gizi terpenuhi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Saat hamil: konsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan.
  • Usia 0–6 bulan: berikan ASI eksklusif.
  • Usia 6–24 bulan: berikan MPASI bergizi seimbang dan pantau tumbuh kembang anak secara rutin di Posyandu.

Jangan menunggu sampai nanti. Karena tumbuh kembang otak anak tidak bisa diulang.

Yuk, pastikan si kecil mendapatkan asupan gizi terbaik sejak di dalam kandungan. Dengan begitu, tubuhnya dapat tumbuh sehat, otaknya berkembang optimal, dan masa depannya pun menjadi lebih cerah.

Apakah kamu sudah rutin membawa si kecil ke Posyandu?


Sumber : https://www.CNNIndonesia,com