close

Halo, Apa yang Anda butuhkan?

Lengkapi data pribadi Anda di bawah ini

*Nama Anda
border_color
*Berapa Usia Anda
account_circle
*Tahap Kehidupan
accessibility keyboard_arrow_down
* Tanggungan Anda
group keyboard_arrow_down
* Penghasilan Anda Per Tahun
keyboard_arrow_down
*) Informasi wajib diisi.

Pilih solusi perlindungan yang sesuai tahap kehidupan Anda.

solusi_perlindungan_anda

Hingga semester I, hasil investasi industri asuransi jiwa masih tumbuh positif

Hingga semester I, hasil investasi industri asuransi jiwa masih tumbuh positif

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tampaknya sentimen positif turut mendongkrak aset investasi di Asuransi Jiwa pada pertengahan tahun ini. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total penempatan dana investasi industri asuransi jiwa sepanjang semester I/2021 mencapai Rp 510,5 triliun. 

Jika melihat data AAJI, hasil investasi menembus Rp 312,4 triliun di instrumen saham dan reksa dana (RD) pada semester I tahun ini, atau meningkat 20,4% dibanding periode sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 259,5 triliun. Lonjakan tersebut mendorong penempatan dana di seluruh instrumen mencapai total Rp 510,5 triliun, meningkat 14,7%. 

Kenaikan kontribusi pada portofolio saham khususnya, disebabkan oleh kondisi pasar modal Indonesia yang semakin kondusif di semester I-2021. "Kondisi tersebut ditandai oleh membaiknya indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 22%, jika dibandingkan dengan periode sama di 2020,” kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon dalam konferensi pers, Selasa (14/9).

Pertumbuhan hasil portofolio investasi juga masih dirasakan oleh BNI Life, dengan total Portfolio Investasi BNI Life per Agustus 2021 mencapai Rp 19,8 triliun atau naik sebesar 10% dibanding tahun lalu. Untuk hasil Investasi non unitlink adalah 105% secara YTD dari target YTD dan dari target full year sebesar 67%. 

GM of Corsec, Legal & Corcomm BNI Life Arry Herwindo mengatakan, per Agustus 2021, portfolio terbesar BNI Life adalah fixed income sebesar 14,6 triliun (termasuk komposisi fixed income dalam reksa dana) atau 74% dari total portfolio. 

"Porsi terbesar di fixed income karena marketnya cenderung lebih stabil bila dibanding pasar saham yang cukup volatile saat ini. Kami juga tetap menjaga asset liability matching, untuk memenuhi kewajiban kami pada nasabah-nasabah BNI Life, oleh karena itu kami berinvestasi pada asset yang aman namun dapat memberikan return yang optimal," ungkap Arry.  

Menurutnya, yang menyebabkan hasil investasi terus tumbuh di masa pandemi ini yaitu, strategi investasi dalam pemilihan aset investasi, komposisi investasi dan pemanfaatan setiap momentum untuk memperoleh keuntungan sangat penting untuk dapat terus tumbuh dalam masa pandemi ini. Pihaknya juga selalu menjaga performance agar tetap optimal dengan tetap berpegang pada kebijakan Investasi perusahaan dan ketentuan dari regulator. 

Arry mengaku, untuk portofolio investasi, untuk deposito pihaknya menempatkan pada bank buku 3 & 4, sementara untuk obligasi yaitu pada obligasi dengan minimal rating A dan saham pada LQ45/Kompas 100. "Untuk proyeksi sampai akhir tahun masih akan dipengaruhi oleh perkembangan covid-19 dan tapering," katanya. 

Dalam menjaga aset investasi terus tumbuh, Arry menyebut, strateginya yaitu pilihan aset investasi yang tepat, komposisi investasi dan pemanfaatan setiap momentum untuk memperoleh keuntungan sangat penting untuk dapat terus tumbuh dalam masa pandemi ini.  "Kami selalu menjaga performance kami agar tetap optimal dengan tetap berpegang pada kebijakan Investasi perusahaan dan ketentuan dari regulator," ujar Arry.

Read More: https://newssetup.kontan.co.id/news/hingga-semester-i-hasil-investasi-industri-asuransi-jiwa-masih-tumbuh-positif?page=all