Ketika orang tua masih memiliki anak balita, tentunya orang tua belum dapat mengetahui apa
yang dipikirkan dan dirasakan anaknya dengan mudah. Oleh karena itu, orang tua harus
berusaha sepintar mungkin memberikan topik percakapan untuk mengetahui apa yang
dipikirkan dan dirasakan anak. Beberapa pertanyaan sebaiknya tidak diberikan pada anak usia
balita, seperti “Bagaimana harimu?” “Bagaimana perasaanmu”. Karena pertanyaan seperti
ini terlalu luas untuk diberikan kepada anak yang masih balita, sehingga mereka akan merasa
bingung menjawabnya.
Ada beberapa trik yang dapat dilakukan kepada para orang tua untuk dapat menjalin
komunikasi yang lancar pada anak, khususnya anak yang baru memasuki usia lima tahun:
Dalam kondisi malam hari ketika mengajak anak untuk tidur, orang tua dapat mengajak anak
untuk mengobrol dengan mengajukan pertanyaan seperti “Hai sayang, ceritakan tiga hal
yang membuatmu bahagia hari ini?”. Pertanyaan seperti ini dapat mendorong anak untuk
bercerita banyak hal tentang apa yang telah dilewatinya pada hari itu, dan hal tersebut juga
dapat membuat orang tua merasa semakin mengetahui anaknya lebih dalam.
Setelah itu, Anda juga dapat melanjutkan pertanyaan berikutnya seperti “Ceritakan tiga hal
yang membuat kamu tidak bahagia hari ini.” Anak akan terdorong untuk menceritakan
apapun, bahkan hingga menangis. Dengan begitu, orang tua bisa baru menyadari jika anak
Anda ternyata lebih sensitif dari apa yang Anda kira. Hal tersebut mendorong Anda untuk
lebih berhati-hati dalam memperlakukan anaknya di kemudian hari.
Untuk dapat mencapai komunikasi yang lancar dengan anak, Anda sebaiknya memberikan
topik yang dapat mendorong timbulnya diskusi antara Anda dan anak, seperti “Hal apa yang
paling kamu syukuri hari ini?” “Apa yang kamu nantikan di akhir pekan ini?” “Kekuatan
super apa yang ingin kamu miliki?” “Bagaimana perilaku teman yang baik?” “Menurutmu,
apa yang membuat keluarga bisa menjadi lebih dekat?” “Apa yang membuatmu merasa
bahagia?”.
Seringkali anak tidak bisa mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakannya. Oleh
karena itu, sebagai orang tua harus mampu memberikan stimulasi yang mendorong anak
mampu mengungkapkan apa yang dirasakannya. Jika Anda sudah mampu memahami cara
berkomunikasi yang efektif dengan anak, Anda membantu mereka untuk membangun
kepercayaan terhadap orang tuanya dan memberi mereka lingkungan yang aman, terbuka,
dan bahagia. Tidak lupa, penting juga bagi orang tua untuk mencoba melihat dari sudut
pandang anak dan posisikan diri menjadi mereka.
“Tetap semangat dan lengkapi upaya Anda dalam menjaga kesehatan dengan proteksi dari
Asuransi Kesehatan BNI Life. Untuk informasi lebih lengkap tentang produk yang sesuai dengan kebutuhan dan rencana masa depan Anda, kunjungi Kantor Cabang BNI di kota Anda atau jelajahi."
situs www.bni-life.co.id
Sumber: id.theasianparent.com