Menjadi Orang Tua
Kenali 4 Jenis Pola Asuh Anak dan Dampaknya Bagi Mereka
07 Mar 2022
Kenali 4 Jenis Pola Asuh Anak dan Dampaknya Bagi Mereka
07 Mar 2022

Apakah Anda adalah seorang orang tua atau berencana menjadi orang tua? Sebagai orang tua, tentunya ada banyak hal yang harus dipelajari dan dipersiapkan, salah satunya adalah pola asuh anak. Diperlukan perhatian khusus dalam menentukan pola asuh yang baik dan tepat, karena hal tersebut menjadi salah satu hal utama yang bisa membentuk karakter dan kepribadian anak di masa depan. Yuk, simak informasi selengkapnya!

Kenali Lebih Dalam Tentang Pola Asuh Anak

Apa itu pola asuh anak? Seperti namanya, pola asuh anak adalah cara yang diterapkan oleh orang tua dalam mengasuh dan berinteraksi dengan anaknya. Mengutip Pusat Penyuluhan Sosial (Puspensos), pola asuh yang diterapkan oleh orang tua berpengaruh besar terhadap perkembangan anak saat dewasa, terutama secara moral dan mental anak yang terbentuk.


Memang, setiap keluarga memiliki hak untuk memilih cara yang cocok dalam mengasuh dan berkomunikasi dengan anak. Orang tua juga memiliki kecenderungan untuk menggunakan cara yang sama dengan orang tua mereka terdahulu dalam mengurus dirinya. 


Penelitian yang dilakukan oleh Satrianingrum & Setyawati pada tahun 2020 mendukung pernyataan tersebut, di mana disebutkan bahwa pola asuh orang tua yang dilakukan terhadap anak salah satunya dipengaruhi oleh latar belakang suku dan budaya yang dimiliki, termasuk aturan dan nilai budaya setempat, gaya komunikasi yang diterapkan, serta tujuan, visi, dan misi dari budaya. Meski begitu, tidak semerta-merta setiap pola asuh yang diterapkan oleh orang tua adalah pola asuh yang tepat bagi sang anak, ya.


Psikolog Diana Baumrind melakukan penelitian pada tahun 1966 dan menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara pola asuh orang tua dengan perilaku anak. Dari penelitian tersebut, Baumrind juga mengkategorikan pola asuh anak ke dalam tiga jenis, yang kemudian dilengkapi oleh Maccoby & Martin menjadi empat jenis pada tahun 1983 dan masih digunakan sebagai acuan sampai sekarang.


Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menerapkan pola asuh yang tepat dan cocok bagi anak, karena keluarga dan lingkungan sosial menjadi dua hal yang paling menentukan kepribadian dan perilaku anak di usia dewasa. Menerapkan pola asuh yang baik sejak dini berarti juga sebagai perlindungan untuk anak di masa depan. 


Anda pasti ingin anak Anda tumbuh menjadi pribadi yang baik, kan? Nah, Anda bisa memulainya dengan menjadi orang tua yang baik, yaitu dengan terus belajar dalam menerapkan pola asuh yang tepat.


4 Jenis Pola Asuh Anak

Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Diana Baumrind yang juga kemudian dilengkapi oleh Maccoby & Martin, pola asuh anak kemudian dibagi ke dalam empat jenis yang berbeda, yaitu:

 

1. Otoriter

Jenis pola asuh otoriter (authoritarian) umumnya dilakukan pemberian aturan yang ketat terhadap anak, tanpa memberikan informasi lebih lanjut mengapa aturan ini ditetapkan. Selain itu, orang tua juga tidak bersifat terbuka dengan anak. Jika sang anak tidak mematuhinya, maka anak akan dikenakan hukuman. 


Pada jenis pola asuh otoriter, terdapat dua hal yang utama yaitu tingginya kontrol yang diberikan oleh orang tua terhadap anak dan rendahnya respons yang diberikan oleh orang tua. Sehingga, jenis pola asuh otoriter dianggap sebagai pola asuh yang keras meskipun bisa membuat anak menjadi mudah patuh terhadap aturan yang ditetapkan.


Namun, ternyata jenis pola asuh ini bisa membawa dampak buruk bagi anak, lho. Mengutip Parenting for Brain, beberapa anak dengan jenis pola asuh otoriter bisa menjadi tidak mandiri, punya kepercayaan diri yang rendah, besar kemungkinan untuk berbohong, hingga sulit bersosialisasi.


2. Disiplin

Selanjutnya adalah pola asuh disiplin (authoritative). Jenis pola asuh yang satu ini hampir mirip dengan otoriter, di mana orang tua menetapkan aturan terhadap anak. Namun, orang tua dengan pola asuh disiplin akan menjelaskan kepada anak mengapa aturan tersebut dibuat dan masih terbuka untuk mendiskusikan aturan tersebut dengan anak.


Jadi, meskipun orang tua menetapkan berbagai aturan yang harus dipatuhi oleh anak, tetapi orang tua pun membuka komunikasi dua arah dengan anak. Apabila sang anak ingin negosiasi mengenai suatu aturan, maka sang anak bisa langsung mendiskusikan dengan orang tua untuk menemukan titik terang.


Pola asuh disiplin dianggap sebagai pola yang memberikan pengaruh positif terhadap tumbuh kembang anak, lho. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Baumrind, anak dengan pola asuh disiplin cenderung lebih bahagia, mandiri, punya kepercayaan diri yang baik, kesehatan mental yang lebih stabil, hingga mudah bersosialisasi.


3. Permisif

Jenis pola asuh yang ketiga adalah permisif (permissive). Lewat pola asuh yang satu ini, orang tua menerapkan sejumlah peraturan kepada anak, tetapi cenderung memberikan pengertian dan rasa maklum yang berlebihan terhadap tingkah laku sang anak. Jadi, orang tua memiliki ketegasan dan kontrol yang rendah terhadap anak, karena beranggapan bahwa anak akan kecewa apabila keinginannya tidak dituruti.


Namun, meski terkesan pengertian, ternyata jenis pola asuh anak yang satu ini bisa berdampak sangat negatif bagi sang anak, lho! Akibatnya, orang tua bisa jadi tidak dihormati oleh anak. Selain itu, sang anak juga jadi tidak bisa bersikap dengan benar dalam menghadapi aturan, cenderung membangkang, egois, dan sulit mengontrol diri sendiri.


4. Keterlibatan Rendah

Terakhir adalah jenis pola asuh keterlibatan rendah (uninvolved). Pola asuh yang satu ini terdiri dari orang tua dengan tuntutan yang sifatnya rendah, tetapi juga memiliki komunikasi yang rendah dengan anak. Sederhananya, orang tua dengan pola asuh ini menganut paham bahwa sang anak harus bisa mengurus dirinya sendiri.


Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa orang tua dengan pola asuh keterlibatan rendah masih memenuhi kebutuhan pokok sang anak, seperti sandang, pangan, dan papan. Hanya saja, mereka tidak terlibat aktif dalam mengatur dan memberikan dukungan secara emosional dan mental. 


Menurut penelitian, orang tua yang menerapkan pola asuh ini kemungkinan besar dulunya juga diasuh dengan pola asuh keterlibatan rendah. Jenis pola asuh yang satu ini pun berdampak negatif bagi tumbuh kembang anak, seperti tingginya impulsivitas, tidak bisa mengontrol dan membatasi diri, hingga gangguan kesehatan mental yang bisa berakibat fatal bagi masa depan anak.


Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menonton video kami bersama Kak Seto Mulyadi yang membahas “Keluarga di rumah yang ramah anak” di bawah ini. 

https://youtu.be/8NzB44mmvAY


Lengkapi Perlindungan Keluarga dengan BNI Life Plan Multi Protection Plus

Perlindungan keluarga khususnya anak, dapat dibentuk tak hanya melalui penerapan pola asuh yang baik saja, tetapi juga melalui asuransi. Hal ini bisa didukung dengan produk asuransi baru dari BNI Life yaitu BNI Life Plan Multi Protection Plus, lho! Selain memberikan manfaat meninggal dunia, produk ini juga memiliki manfaat investasi yang bisa Anda manfaatkan, misalnya untuk pendidikan anak nanti.


Tak hanya itu, Anda dan keluarga juga berkesempatan mendapatkan manfaat lainnya seperti proteksi dari beragam jenis penyakit kritis, kecelakaan, jaminan rawat jalan dan operasi, hingga perawatan seumur hidup dengan premi yang mulai dari Rp200.000,00 saja. Uang pertanggungan yang bisa diperoleh pun bisa mencapai 200 kali premi dasar.


Maka dari itu, demi masa depan anak yang cerah, pastikan untuk sedari dini menerapkan pola asuh anak yang tepat dan menyiapkan perlindungan anak dengan asuransi BNI Life Plan Multi Protection Plus, ya. Yuk, kunjungi https://www.bni-life.co.id/ untuk informasi lebih lengkapnya dan daftar sekarang!