Menikah & Berkeluarga
Cara Cerdas Mengelola Keuangan Rumah Tangga
08 Oct 2020
Cara Cerdas Mengelola Keuangan Rumah Tangga
08 Oct 2020

Bagi Anda pasangan muda yang baru saja melangsungkan pernikahan, mungkin akan menemukan kesulitan dalam mengelola keuangan rumah tangga. Ini bisa dimaklumi karena hidup bersama orang lain memerlukan proses adaptasi yang tidak sebentar.

Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji total Anda dan pasangan. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan simulasi pengelolaan uang rumah tangga.

Mau tahu caranya? Silakan baca uraian berikut ini.


Membuat Pos-Pos Pengeluaran

Misalnya, Anda memiliki penghasilan setiap bulan 4 Juta Rupiah. Di sisi lain, pasangan Anda memiliki penghasilan sebanyak 5 Juta Rupiah. Jika ditotal, penghasilan keluarga Anda adalah 9 Juta Rupiah. 

Untuk mengetahui berapa uang yang Anda perlukan untuk masing-masing kebutuhan, Anda perlu menghitung rasio pengeluaran. Berikut ini rasio keuangan yang disarankan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.

Sosial 10%

Anda perlu menganggarkan 10% dari pendapatan untuk dana sosial. Yang termasuk dana sosial adalah dana untuk bersedekah, uang arisan, iuran RT, dan kebutuhan sosial lainnya.

Jika penghasilan keluarga Anda 9 Juta, maka 900 Ribu dari penghasilan itu harus dialokasikan untuk kebutuhan sosial.

Dana Darurat dan Investasi 15%

Adanya asuransi yang Anda ikuti tidak lantas membuat Anda tidak menganggarkan uang untuk dana darurat. Sisihkan dana 15% dari penghasilan Anda untuk dana darurat dan investasi. Itu berarti, Anda harus menganggarkan uang sebanyak 1.350.000 Rupiah untuk dana darurat dan Investasi.

Besarnya uang untuk dana darurat dan investasi ini bisa disesuaikan. Misalnya Dana darurat Anda masih sedih, dengan begitu, Anda bisa menggenjot dana darurat tersebut. Anda bisa menganggarkan uang sebesar 1 Juta Rupiah untuk dana darurat sedangkan 350 Ribu untuk diinvestasikan. Begitu pula sebaliknya.

Cicilan 30%

Selanjutnya, anggarkan 30% dari penghasilan Anda untuk membayar cicilan. Ingat, cicilan yang Anda miliki tidak boleh lebih dari 30% dari penghasilan. Ini adalah tolok ukur keuangan yang sehat.

Jika pendapatan keluarga Anda adalah 9 Juta Rupiah, maka Anda memiliki uang sebesar 2,7 Juta Rupiah untuk mencicil. Uang cicilan ini lebih baik digunakan untuk mencicil properti yang akan Anda miliki seperti rumah atau kendaraan. Jangan gunakan uang cicilan untuk kebutuhan non primer.

Biaya Hidup 30%

Alokasikan dana sebesar 30% dari penghasilan Anda untuk biaya hidup sehari-hari. Gunakan uang sebesar 2,7 Juta Rupiah untuk makan, membayar tagihan listrik, air, dan juga belanja bulanan.

Tabungan 10%

Selain dana darurat dan investasi, alokasikan juga pendapatan keluarga Anda untuk tabungan. Untuk menabung, anggarkan dana sebesar 10% dari penghasilan Anda. Jika keluarga Anda memiliki penghasilan sebesar 9 Juta, maka Anda harus menabung sebesar 900 Ribu setiap bulannya.

Uang tabungan ini bisa digunakan untuk membeli kebutuhan tersier. Misalnya, keluarga Anda ingin membeli kulkas baru. Atau Anda dan pasangan berencana untuk liburan bersama akhir tahun nanti. Uang tabungan sebesar 10% ini bisa Anda gunakan.

Gaya Hidup 5%

Jangan lupa menganggarkan uang untuk biaya bersenang-senang. Anggarkan 5% dari pendapatan Anda untuk biaya bersenang-senang. Anda dan pasangan memiliki jatah sebesar 450 Ribu setiap bulan untuk bersenang-senang.

Biaya ini bisa digunakan untuk nonton film atau mungkin dinner di luar rumah. Anda memang harus mengatur keuangan dengan sebaik mungkin. Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak boleh bersenang-senang.

Nah itu dia besaran rasio yang Modal Rakyat sarankan untuk mengelola keuangan rumah tangga Anda. Dengan mematuhi rasio pengeluaran tersebut, keuangan rumah tangga Anda akan tetap sehat. Kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi, Anda bisa menabung dan investasi, dan sisi lain tetap bisa bersenang-senang.


Artikel ini didukung oleh: Modalrakyat.id